Bocil dan Kardus Terlarang

 Buat sebagian kucing, kardus itu surga. Tapi buat Bocil si kucing putih, kardus bukan sekadar tempat selonjoran itu tempat sakral, semacam zona meditasi pribadi. Tapi anehnya, dia cuma suka satu kardus, yang sudah penyok, berdebu, dan nyempil di pojok lemari bawah. Kardus lain? Dilirik pun enggak.

Awalnya aku kira dia cuma iseng. Tapi lama-lama makin aneh. Setiap jam 10 malam, Bocil bakal jalan pelan-pelan ke kardus itu. Duduk diem, nggak meong, nggak gerak. Matanya kosong, kaya lagi mikir utang. Kadang sampe ketiduran di sana, dengan posisi seperti mumi Mesir.

Pernah aku buang kardusnya waktu bersih-bersih kamar. Bocil ngamuk. Nggak marah dengan cakaran, tapi dengan tatapan tajam penuh kekecewaan. Semacam, "Aku kira kita keluarga… ternyata kamu begini…"

Akhirnya kardus itu balik lagi ke tempat asalnya. Bocil langsung masuk, rebahan, dan… menguap puas. Sejak saat itu, kardus itu jadi benda keramat di rumah. Nggak boleh dipindahin, apalagi dibuang.

Kadang aku mikir, mungkin itu semacam portal ke dimensi lain buat dia. Atau tempat dia curhat sama kucing-kucing roh leluhur. Who knows? Yang jelas, kalau kamu lihat kucing duduk bengong di kardus, jangan ganggu. Siapa tahu dia juga lagi "bertapa" kayak Bocil.

Komentar