Bocil itu kucing kampung rasa Gen Z. Karena sejak kecil sering lihat aku scroll TikTok sambil makan, dia jadi ikut-ikutan nonton video dari balik layar.
Awalnya cuma iseng. Tapi lama-lama... dia jadi penonton aktif.
Tiap aku buka HP dan mulai nonton, Bocil bakal lompat ke pangkuan, nempel ke layar, dan matanya nggak berkedip. Yang lucu, dia cuma tertarik sama video yang isinya kucing lain. Kalo isinya manusia joget-joget? Lewat. Mukanya datar.
Tapi begitu muncul video kucing lain lagi manjat pohon, ngejar laser, atau ngeong lucu, Bocil langsung semangat—telinga tegak, kepala miring-miring, bahkan sesekali ngusapin hidung ke layar. Seolah dia mau masuk ke dalam video itu.
Pernah dia lihat video kucing makan ayam, terus dia langsung ngejar HP-ku dan mencakar layarnya. Ya jelas dong langsung aku teriak, “Cil! Itu bukan ayam beneran woi!”
Dan yang paling gila… dia kenal suara TikTok. Serius. Begitu dia denger “TikTok sound" yang sering kupakai, langsung dia datang dari mana pun, lompat ke sofa, dan nontonin. Bahkan kalau aku scroll terlalu cepat, dia meong protes. Udah kayak partner nonton.
Sekarang tiap kali aku buka TikTok, aku harus siap berbagi layar sama Bocil. Dia bakal duduk di sebelah, pasang wajah serius, dan nontonin kucing lain sambil melamun.
Mungkin dalam hati dia mikir,
“Suatu hari nanti… gue juga bakal viral.”
Komentar
Posting Komentar