Petualangan Bocil Naik Lemari

 Kalau rumah ini punya lomba panjat lemari, juaranya pasti Bocil. Tapi yang bikin kesel sekaligus kagum adalah... dia gak tahu caranya turun.

Petualangan ini dimulai saat aku baru selesai beres-beres kamar. Lemari kayu dua pintu yang tinggi itu gak punya pintu bagian atas jadi ada ruang kosong sekitar 30 cm dari plafon. Bocil, yang sedari tadi kepo, mulai naik lewat rak, lalu loncat ke atas lemari… dan berhasil.

Pas aku balik badan, aku shock liat seekor kucing putih kayak dekorasi patung singa, duduk angkuh di atas lemari, tatapan sok bijak.
Aku: “Cil, ngapain lu di atas?”
Bocil: menunduk perlahan... terus ngeong kecil.
Aku: “Bisa turun sendiri?”
Bocil: nunduk lagi... lalu diem.

Dan dimulailah drama klasik: Bocil Bingung Turun.

Dia mondar-mandir di ujung lemari, kaki belakang maju mundur, kepala lihat ke bawah, terus balik lagi ke tengah. Kadang berusaha melompat tapi batal. Bahkan sempat rebahan bentar, mungkin mikir solusi hidup.

Akhirnya aku harus ambil kursi, naik, terus ngegendong dia turun kayak nyelamatin bayi kucing dari pohon. Tapi pas udah turun? Dia kabur... terus naik lagi.
APA MAKSUDMU, CIL?!

Sekarang setiap liat dia naik rak buku atau lompat ke meja, aku langsung siaga. Karena kalau udah di atas, dia berubah dari “Bocil Kucing Putih” jadi Bocil Sang Raja Menara.
Dan seperti raja sejati, dia gak perlu turun sendiri…
Karena manusia pelayannya akan menjemput.

Komentar